 | Category: | Books | | Genre: | Entertainment | | Author: | Okke "sepatumerah" |
Sebuah Novel baru bisa dikatakan sukses ketika berhasil "memaksa" pembacanya untuk terus membaca lembar demi lembar sampai akhir dan kemudian meletakkannya dengan senyum puas. Hal ini saya alami ketika membaca novel Indonesian Idle. Saya suka bahasanya yang simple, lugas dan realistis. We dont have to think much karena gaya bahasa yang digunakan bahasa sehari-hari banget dan ga ada istilah asing yang membuat kita mengerutkan dahi. Jadi novel ini bisa saya selesaikan dengan sangat cepat tanpa pernah meletakkannya atau meninggalkannya...
Diandra Adriani, Gadis cantik, lincah dan cerdas tapi keras kepala dan plin plan. terutama jika mengenai pekerjaan. Dia paling cepat bosan akan pekerjaan yang dijalaninya. Paling bertahan 6 bulan. Walhasil dia menjadi kutu loncat dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Hingga akhirnya dia hinggap di FEMME, salah satu majalah terkemuka di tanah air. Tapi apa yang diimpikannya bertolak belakang dengan kenyataan. Ke-bonafid-an sebuah kerjaan belum menjamin kenyamanan dalam bekerja. Dia tidak enjoy hingga akhirnya dia dipecat karena konspirasi yang melibatkan dan menyudutkan dia. Jakarta banget kannnnn?? Mulai lah dia menjadi pengangguran. Dia berbohong ke ibunya karena Ibunya sangat bangga melihat anaknya bekerja di FEMME. Perjuangan mendapatkan pekerjaan yang sesungguhnya diinginkan pun mulai. Pekerjaan demi pekerjaan dia jalani sebelum menemui pekerjaan idolanya.
Kisah persahabatan dan percintaannya hanya menjadi bumbu cerita ini. Tidak ditonjolkan banget. Unik dan cukup mengecoh pembacanya. Secara saya udah nebak, pasti endingnya seperti ini, ternyata salah total. Great!!!
Dengan menggunakan alur maju, ceritanya mengalir lancar. Tanpa sadar novel dengan tebal halaman 241 lembar habis terselesaikan dengan cepat. Lumayan menjadi bacaan yang ringan tapi berisi.   | Cha, sptnya nih novel recommended yak.... tapi aje gile 241 hiks... bisa berair mataku... |
 | Not bad lah... Temanya ga picisan menurutku.
*Btw, 241halaman untuk ukuran novel ga tebal Rel, tipis banget malah. Bandingin dengan Harry Potter yang mencapai 600an halaman... |
 | Harry Potter emang nggak pernah mo baca novelnya Cha, filmnya aja gue tonton dibioskop langsung yang ke tiga (klu nggak salah) dengan alasan dibayarin alias gretong.....:p give up dech 600 halaman....:( |
 | ya ampuuun... jd ingat klo bacanya belum beres dipending... sampe kelupaaan :-( |
 | < > Memang Jkt skrg semakin seram yah! aku rasa, kehidupan kena pengaruh film2 serie Amerika, masalahnya TV indo udh gak ada sensor lagi shg lama2 org bisa terpengaruh 'dibawah sadar'.. |
Comment deleted at the request of the author.
 | anchaaaa... akhirnya tuh novel beres jg dibaca ternyata nyalip deket meja komputer aq heheeee |
 | sedikit... hehehee
**tp emang bener ko, mungkin qta harus bertemu dg berbagai macam hal yg tidak cocok dengan qta sebelum akhirnya bertemu dg yg benar2 tepat dan membuat merasa nyaman :-d |
 | heeeee.... ternyata susah banget menjelaskan apa yg qta inginkan dalam hidup sementara orang yg qta ajak bicara mempunyai pandangan yg bertolak belakang dgn qta sampe mulut berbusa dan berusaha menjelaskan secara detail tentang alasan2 pendukungnya pun, orang itu sulit untuk bisa menerima dengan baik akhirnya yg menonjol adalah ego masing2
**baiknya sih dari awal harus sudah yakin bahwa dia punya cara pandang/pola pikir yg tidak jauh beda dengan qta, sehingga klopun nantinya salah satu harus ada yg mau mengalah, ga terlalu sulit diterima... hal2 lainnya yg tidak terlalu prinsip msh bisa di skip
deuuuu.. bahasa na berat banget ya heheeee |
 | ada perbedaan yg emang bisa dan diharapkan membuat hidup lebih berwarna hal itu ga berlalu untuk yg hal2 yg prinsip bangeet
klo yg satu keukeuh ke utara dan satunya ke selatan berarti ga akan bisa seiring sejalan tuuh klopun ngalah kayaknya terlalu memaksakan diri deeh
|
 | Ini pengarang aslinya ya??? Wah jadi maluuu.... |
| |